Jumat, 04 Januari 2013

i'm always as cameo

cameo, apa sih itu artinya? peran pembantu? bintang tamu? atau sebagai orang selewat aja?
banyak yang bilang jadi cameo ga asik, sakit, dan ga ada artinya.
tapi menurut gue, jadi cameo itu unik karena ga semua cameo itu engga dianggap. justru mereka adalah warna dari sebuah cerita, mereka muncul tiba-tiba, mereka tidak berperan antagonis maupun prontagonis, mereka simple dengan apa adanya mereka.
tapi apakah harus dan akan selalu menjadi cameo? mengapa harus jadi cameo kalau kita bisa jadi peran utama? gue rasa justru peran utama itu justru adalah orang yang paling tidak dianggap, kadang mereka bisa jadi antagonis kadang juga mereka bisa menjadi peran prontagonis.
yang gue hadapin kali ini bukan cerita yang asal, gue udah ngerasa cukup umur untuk bikin planning masa depan gue. gue cuma perempuan biasa, yang ujung-ujungnya pasti mengharapkan lulus kuliah, bahagiain orangtua dan keluarga, sukses, mapan, menikah, bekerja, punya anak, dan hidup bahagia di hari tua.
semenjak gue kenal daniel entah kenapa seakan waktu berhenti dan di saat yang sama sang waktu berkata kalau gue harus mulai start planning rencana masa depan gue sama dia.
kata "start" disini ibarat garis awal yang gue pijaki saat lomba lari. pertanyaannya cuma 1, apa daniel ikut lari juga sama gue, lari lewati hidup ini? engga ada yang tau karena ga cuma buat hari ini aja gue sama dia, entah nantinya kaya apa gue cuma bisa yakin dan berusaha semaksimal gue. hari ini kenapa gue nulis dengan judul seperti ini ya karena gue emang ngerasa selalu cameo disetiap drama kehidupan apapun. termasuk di kehidupan daniel, peran utamanya memang daniel meskipun kita pacaran tapi gue ngerasa gue adalah cameo.
gue rasa gue ga pantes jadi pendamping nya dia, ya gue secara gue ga cantik, cacat, ga kaya, ga bisa apa-apa. ketidakpercayaan akan diri gue berawal dari pengkepoan gue terhadap mantannya daniel, dewi andani. dan mimpi gue dia rebut lagi daniel dari gue bikin rasa down hebat dalam diri gue. rasa ingin menghilang itu muncul lagi, kenapa rasanya kaya gue salah melangkah? rasanya seperti di film princess hour, dimana chaegeyong yang udah cinta mati sama pangeran shin, tetep ngerasa sendiri, dan mimpi gue waktu mirip-mirip kaya episode pangeran shin selingkuh sama mantannya di thailand sedangkan chaegeyong menunggu dengan setia pangerannya itu sampai pulang dengan selamat.
pangeran shin yang memperlakukan chaegeyong dengan tidak baik dan sangat dingin terhadap chaegeyong, padahal shin tahu dia telah jatuh cinta pada sosok chaegeyong yang polos dan ceria. dan akhirnya shin berani mengungkapkannya cintanya dan menikah dengan chaegeyong. apa nanti daniel kaya gini juga?
daniel mirip kaya shin, dingin. tapi bedanya apa ending ceritanya sama kaya di film princess hour? entahlah.
hari ini, rasa down itu muncul lagi. lagi-lagi kacau pikiran gue. kenaaapppaaaa?
gue tolol banget jadi orang mau maju kenapa selalu setengah? ahhhhhh gue rasanya pengen nangis tapi ga bisa. gue pengen meluk daniel. gue pengen disaat kacau kaya gini dia nenangin gue sama kaya waktu dia nenangin anggia dan langsung peka pada saat itu.
tapi betapa kecewanya waktu baca smsnya dia yang bilang kalau dia bukan orang yang bisa nempatin diri disaat gue lagi kacau kaya gini, dia bilang ga bisa bantu? dia bilang dia cuma "pacar" bukan sebagai temen juga hati gue makin ancur pada saat itu juga.
rasanya ga mau ketemu dia lagi, gue ga pernah mikir sekalipun kaya gitu. buat gue daniel itu segalanya. kenapa ga bisa ada interaksi diantara gue sama daniel sih? gue selalu peka disaat apapun. gue sayang banget sama dia, dia itu segalanya.
gue males hubungan yang kaya gini, yang cuma bertittle "pacaran". udah ga usah pacaran sama gue, sama yang lain aja. jangan bikin gue tambah ga yakin, tambah down, tambah pengen ngilang. gue pengen jadi temen hidup lu nil, gue harus apa!!!!!!!
jujur, kenapa ngerasa selalu jadi cameo karna kayanya ya gue cuma unsur lewatan aja.
ahhhhhhhhhhh ganggu banget pikirian gue, status realitionship bio twitter juga ga ada nama gue kan? itu bukti kalau gue cuma C-A-M-E-O

ya ya udah cukup, terserah daniel aja. mungkin selamanya emang gue cuma jadi cameo, mungkin juga emang ga pernah bisa jadi peran utama dihidup lu. makasih, tapi gue tetep bertahan ko, suatu saat mungkin kamu bisa ngerti.

-------------------------------------------


Tidak ada komentar:

Posting Komentar